Cara Hitung Voor 1/2 dan Sejenisnya

Tahukah Anda bahwa vooran handicap yang biasa kita pakai (yang juga disebut Asian Handicap) diciptakan oleh orang Indonesia? Menurut wikipedia, sistem taruhan dengan vooran Asian Handicap ini memang berasal dari Indonesia. Termasuk di antaranya voor 1/2, voor 3/4 dan lain-lain. Dari halaman yang sama dijelaskan bahwa taruhan Asian Handicap adalah “memberatkan tim tertentu, di mana tim tersebut harus menang dengan skor tertentu agar taruhannya dapat dihitung sebagai menang”. Gampangnya, tim yang lebih kuat umumnya memberikan vooran/ngevoor ke tim yang lebih lemah supaya pertandingan terasa lebih imbang. Pada dasarnya, rumus hitungan vooran/handicap yang paling gampang adalah mana skor yang lebih tinggi, setelah vooran ditambahkan?

Handicap voor setengah

Sebagai contoh perhitungan awal, mari kita coba lihat kalimat di bawah ini:

Liga Inggris: Liverpool vs Chelsea (0:1/2)

Ini hanya contoh, bagi fans Chelsea kami harap untuk tidak baper, hehe… Contoh kalimat di atas sangat sering muncul saat kita membaca tips-tips, prediksi, ataupun berita bola yang berhubungan dengan judi bola. Contoh kalimat di atas bisa dibaca dengan 2 cara yang berbeda, yaitu:

  1. Liverpool ngevoor Chelsea 1/2 poin.
  2. Chelsea divoor oleh Liverpool sebanyak 1/2 poin.

Bila kita pasang Liverpool ngevoor (-1/2), maka Liverpool memiliki target setidaknya harus menang dengan selisih 1 gol agar taruhan kita dihitung sebagai menang. Sedangkan bila kita memasang Chelsea divoor (+1/2), maka hasil draw saja sudah membuat taruhan kita menang, apalagi kalau Chelsea skornya unggul, sudah pasti menang. Sebagai contoh untuk lebih jelasnya, contoh vooran di atas bisa kita buat menjadi contoh tabel seperti ini:

Cara menghitung voor setengah dan sejenisnya ditambah tips bola voor setengah
Cara menghitung voor setengah dan sejenisnya ditambah tips bola voor setengah

Dari gambar tabel di atas, kita bisa lihat pertandingan Liverpool vs Chelsea dengan keterangan sebagai berikut:

  1. Baris tabel kuning, merupakan patokan vooran yang kita pakai, yaitu handicap Chelsea +1/2.
  2. Semisal skor akhir adalah Liverpool 3-2 Chelsea, maka bisa kita lihat di kolom result paling kanan, total skor Liverpool masih lebih banyak, yaitu 3. Skor itu masih lebih banyak 1/2 poin daripada total skor Chelsea yang hanya 2 1/2. Bila kita pasang Liverpool, maka kita menang full. Sebaliknya pasang Chelsea, maka kita kalah.
  3. Contoh skor akhir: Liverpool 1-1 Chelsea, hasil pertandingan draw. Bisa kita lihat di kolom result paling kanan, Chelsea masih unggul 1/2 gol didapat dari pasaran handicap yang berlaku yaitu +1/2. Bila kita pasang Chelsea +1/2 pun akan dihitung sebagai menang. Sebaliknya pasang di Liverpool maka kita kalah full.

Selanjutnya, silakan coba sendiri menggunakan patokan baris kuning di atas, bila skor akhir Liverpool 2-2 Chelsea, handicap Chelsea +1/2, siapa yang menang di result akhirnya? Silakan coba hitung kemungkinan skor akhir lain, misalnya 0-2, 3-1, dan lainnya, menggunakan patokan gambar di atas. Apa rumus cara menghitung handicap bola dengan vooran 1/2 sudah cukup jelas? Jangan sungkan untuk bertanya pada customer service kami bila mengalami kendala, customer service kami akan dengan senang hati menjelaskan untuk anda.

Catatan penting: Seluruh vooran berlaku hanya untuk babak full time (2X45 menit), tidak termasuk extra time dan adu penalty.

Handicap voor 1 1/2

Cukup mudah untuk memahami cara baca vooran handicap bola +1/2 di atas, kan? Sekarang kita akan lanjut lebih dalam, yaitu voor 1 1/2. Contoh kalimat yang menunjukkan vooran 1 1/2 umumnya adalah seperti ini:

Liga Inggris: Liverpool vs Chelsea (0:1 1/2)

Kita bisa memilih untuk pasang:

  1. Liverpool ngevoor -1 1/2, atau
  2. Chelsea divoor +1 1/2

Masih hampir sama dengan cara perhitungan di atas, mari kita lihat gambar berikut ini:

Cara menghitung voor satu setengah dan sejenisnya ditambah tips bola voor setengah
Cara menghitung voor satu setengah dan sejenisnya ditambah tips bola voor setengah

Keterangan lebih jelas mengenai gambar di atas adalah sebagai berikut:

  1. Baris tabel kuning, patokan  vooran yang kita pakai, kali ini Chelsea mendapatkan vooran yang lebih besar yaitu +1 1/2.
  2. Contoh skor akhir: Liverpool 2-1 Chelsea. Bisa kita lihat di kolom result paling kanan, total gol Liverpool adalah 2. Di sisi Chelsea, setelah ditambah vooran +1 1/2, total skor akhirnya menjadi 2 1/2 yang mana membuatnya menang 1/2 poin lebih banyak. Berarti bila kita pasang Liverpool, maka kita akan kalah. Sebaliknya pasang Chelsea membuat kita menang full.
  3. Contoh skor akhir lainnya: Liverpool 4-2 Chelsea. Bisa kita lihat di kolom result paling kanan, meski sudah diberi tambahan +1 1/2 poin, ternyata Chelsea tidak mampu menandingi skor Liverpool. Di sini kita akan kalah bila kita pasang Chelsea, sedangkan bila pasang Liverpool kita akan menang full.

Selanjutnya silakan coba sendiri dengan berdasarkan tabel +1 1/2 untuk tim tamu di atas, bila skor akhir 4-1, atau 2-3 dan lain lain, bagaimana result akhirnya? Di artikel selanjutnya, kita akan membahas vooran +2 1/2 dan seterusnya.

Handicap voor 2 1/2

Contoh perhitungan vooran 1 1/2 pada pembahasan sebelumnya pasti sudah cukup jelas, bukan? Untuk pembahasan selanjutnya mengenai vooran 2 1/2, kita akan mencoba ambil contoh pada permainan basket. Permainan basket umumnya memiliki vooran yang lebih bervariasi, bahkan bisa menyentuh 2 digit. Untuk langkah awalnya, kita ambil dulu contoh vooran 2 1/2 sebelum selanjutnya berlanjut ke angka vooran yang lebih besar. Contoh vooran 2 1/2 hampir sama seperti sebelumnya, misalnya:

Bolton Celtics vs Golden State Warriors (0:2 1/2)

Untuk contoh pasaran di atas, kita bisa memilih untuk pasang:

  1. Bolton Celtics ngevoor -2 1/2, atau
  2. Golden State Warriors divoor +2 1/2

Mari coba perhatikan table berikut ini:

Cara menghitung voor dua setengah dan sejenisnya ditambah tips bola voor setengah
Cara menghitung voor dua setengah dan sejenisnya ditambah tips bola voor setengah

Dari gambar di atas bisa kita simpulkan:

  1. Baris tabel kuning, patokan  vooran kita saat ini. Meski pada basket contoh voorannya sangat bervariasi, kali ini kita ambil GSW divoor +2 1/2.
  2. Contoh skor akhir: Celtics 100-98 Warriors. Dengan demikian, setelah ditambah vooran +2 1/2 untuk Warriors, hasil akhir menjadi 100-100 1/2, kita akan menang bila bet di Warriors.
  3. Contoh skor akhir lainnya: Celtics 100-97 Warriors. Alhasil, meski telah ditambah vooran +2 1/2 untuk Warriors, hasil akhir masih menjadi 100-99 1/2, bet di Warriors menghasilkan kekalahan full, sedangkan bet di Celtics akan membuat kita menang full.

Silakan coba tabel di atas dengan skor lain, atau kita juga bisa mengganti voorannya dengan vooran lain lalu mencoba simulasi sendiri bagaimana hasil akhirnya. Untuk vooran lebih besar juga masih tetap bisa kita gunakan metoda hitungan vooran di atas. Di bursa taruhan yang memiliki vooran dengan akhiran 1/2, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, yaitu taruhan kita akan menang full, atau kalah full. Tidak ada hasil draw uang kembali untuk bursa taruhan dengan voor 1/2 ini.

Perlu diingat, gambar tabel di atas hanya contoh saja untuk mempermudah memahami mengenai voor handicap bola. Bila masih ada hal yang kurang jelas, atau pertanyaan lain seputar pembahasan ini, Anda bisa menanyakan lebih lanjut ke customer service tempat Anda bermain, atau Anda bisa menanyakan ke customer service kami di livechat di web ini. Customer service kami akan dengan sangat senang hati menjelaskan pada Anda mengenai pertanyaan seputar taruhan bola dan juga promo-promo terbaru website situs judi bola kami.